PALEMBANG — Seorang driver ojek online (ojol) menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok remaja usai mengantar pesanan minuman pelanggan di Jalan Residen Abdul Rozak, Kecamatan Ilir Timur II, tepatnya di depan Kodim 0418 Palembang, Senin (12/1/2026) pukul 22.30 WIB.
Tak hanya mengalami luka akibat pemukulan, sepeda motor milik korban beserta surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang disimpan di dalam jok juga dilaporkan hilang.
Korban diketahui bernama M Wahidul Kahar (17), warga Komplek RSS-B Jalan Melati III, Kecamatan Sako.
Ia mengalami luka di bagian kepala, punggung, dan leher setelah dipukuli oleh empat orang pelaku.
Wahidul menuturkan, kejadian bermula saat dirinya mengantar pesanan minuman di kawasan Jalan Prajurit Kemas Ali.
Saat melintas, ia diteriaki oleh sejumlah pemuda yang sedang nongkrong di pinggir jalan.
“Mereka manggil sambil menunjuk-nunjuk jalan, tapi saya diamkan. Terus mereka ngomong, ‘Oi sengak nian rai kau ni,’ saya jawab, ‘Aku idak sengak,’ sambil terus jalan,” ujar Wahidul saat ditemui, Selasa (13/1/2026).
Usai mengantar pesanan, korban menyadari dirinya dibuntuti oleh lima orang pelaku. Mereka mengejar korban dari Jalan Urip Sumoharjo hingga ke Jalan Residen Abdul Rozak.
Setibanya di lokasi, korban dihentikan secara paksa. Ia ditarik hingga terjatuh dari sepeda motor, lalu dikeroyok oleh empat pelaku menggunakan tangan kosong, sementara satu pelaku lainnya merekam kejadian tersebut.
Seorang teman korban yang berada di lokasi tidak berani memberikan pertolongan.
“Disetop lalu ditarik sampai jatuh. Yang mukul ada empat orang, satu lagi merekam. Dari perawakannya, mereka sepertinya masih usia sekolah, mungkin anak SMA,” katanya.
Aksi pengeroyokan tersebut akhirnya dihentikan setelah seorang pengendara motor yang melintas turun tangan melerai.
Namun, setelah situasi mereda, korban menyadari sepeda motornya sudah tidak berada di lokasi kejadian.
“Setelah dikeroyok, tiba-tiba motor saya sudah tidak ada. Saya tidak tahu siapa yang mengambil, apakah pelaku pengeroyokan atau orang lain. Yang jelas motor sudah hilang,” jelasnya.
Atas kejadian tersebut, Wahidul telah melaporkan kasus pengeroyokan dan kehilangan sepeda motor ke Polsek Ilir Timur II. Ia berharap pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum.
“Motor itu baru tiga bulan kredit. Semua sudah saya laporkan ke polisi,” tutupnya.

